CoiloverPro

InputFRONT

Setelan panjang bodi0mm
+ menaikkan / − menurunkan tinggi
Preload0mm
Menaikkan tinggi & memakan travel bump
Isi 1.0 jika tidak tahu
= 78.5 N/mm
Nilai dasar mode sederhana

TAMPAK SAMPING / SIDE VIEW

FR00

PEMBAGIAN STROKE

60F6060R60
Perubahan tinggiF
0mm
Sisa bumpF
60mm
Sisa reboundF
60mm
Rake (F−R)
0mm

■ Dasar penggunaan

Mode (Sederhana / Presisi):
"Sederhana" menghitung dari kompresi 1G hasil pengukuran — bisa dipakai walau data belum lengkap. "Presisi" menghitung kompresi per secara teoretis dari beban per roda, spring rate, dan motion ratio (untuk profesional).
Poros (Depan / Belakang):
Pindah tab untuk menyetel poros depan/belakang secara terpisah. Kedua nilai tersimpan, dan siluet menampilkan perbedaan depan-belakang (rake).
Tipe bodi:
Pilih bentuk yang paling mirip mobil Anda (sedan, coupe, SUV/wagon, hatchback). Hanya memengaruhi tampilan, bukan perhitungan. Depan di kiri, belakang di kanan.

■ Kolom input

Setelan panjang bodi:
Seberapa jauh bodi coilover (braket) dipanjangkan/dipendekkan dari titik acuan. + menaikkan, − menurunkan. Penyetelan utama tinggi pada coilover full-tap.
Preload:
Seberapa jauh dudukan bawah menekan per. Menambahnya menaikkan tinggi sekaligus memakai lebih banyak travel bump.
Motion ratio (MR):
Gerak roda ÷ gerak shock. Tipe strut ≈ 1.0; multilink dll. di bawah 1.0 — cek data kendaraan Anda. Jika tidak tahu, biarkan 1.0 untuk perbandingan relatif.
Spring rate:
Kekerasan per (beban untuk menekan 1 mm). Masukkan dalam kgf/mm; konversi N/mm tampil di sampingnya.
Total stroke:
Seluruh langkah shock dari tertekan penuh sampai memanjang penuh.
Kompresi 1G:
Seberapa jauh shock tertekan saat mobil berada di tanah. Disarankan hasil pengukuran. Nilai dasar mode sederhana.
Tinggi acuan:
Tinggi aktual saat ini (mis. tinggi fender). Isi untuk melihat tinggi absolut setelah penyetelan. Opsional.
Beban per roda:
Berat pada satu roda tersebut. Dipakai menghitung kompresi per di mode presisi.

■ Membaca hasil

Perubahan tinggi:
Naik/turun gabungan dari penyetelan panjang dan preload.
Sisa bump (BUMP):
Sisa travel tekan. Mendekati 0 berisiko mentok. Ditampilkan di bagian atas bar.
Sisa rebound (REB):
Sisa travel rebound. Bagian bawah bar.
Rake (F−R):
Selisih perubahan tinggi depan dan belakang. + moncong naik, − moncong turun.

■ Regulasi dan catatan praktis

Tinggi minimum dari tanah:
Di Jepang regulasi mensyaratkan minimal 90 mm dari tanah ke titik terendah selain bidang kontak ban (50 mm cukup untuk pelindung bawah yang dibuat tahan benturan). Saat menurunkan, pastikan knalpot, bak oli, subframe, dan bibir body kit tidak lebih rendah dari itu. Pengukuran dilakukan tanpa beban, pada tekanan ban yang ditentukan, dengan penyetel tinggi pada posisi standar.
Menyisakan langkah suspensi:
Menurunkan mobil memakan langkah tekan pada kondisi statis. Patokan umumnya menyisakan 30-50% dari total langkah di sisi tekan; kalau kurang, sokbreker akan mentok saat tekan penuh sehingga kenyamanan dan umur ban ikut rusak. Perhatikan sisa langkah tekan di alat ini saat membagi perubahan antara panjang tabung dan preload.
Preload tidak bisa menurunkan mobil:
Preload adalah seberapa jauh pegas sudah tertekan, jadi menambahnya hanya bisa menaikkan tinggi. Untuk menurunkan, perpendek panjang tabung; jaga preload seminimal mungkin agar pegas tidak longgar. Memakai preload untuk menaikkan tinggi hanya membuang langkah tekan.
Penyetelan ulang setelah diubah:
Mengubah tinggi mobil mengubah spooring. Menurunkan menambah camber negatif dan menggeser toe sehingga ban aus tidak rata. Arah sinar lampu depan dan side slip juga termasuk item uji kelayakan di Jepang, jadi keduanya perlu diukur dan disetel ulang setelah tinggi diubah.
Keseimbangan depan-belakang (rake):
Selisih depan-belakang memengaruhi karakter kemudi. Umumnya depan lebih rendah menambah beban depan dan menajamkan respons menikung; belakang lebih rendah cenderung menambah traksi. Posisi terlalu menunduk memperbesar perpindahan bobot saat mengerem, jadi mulailah dengan perubahan yang sama depan dan belakang lalu geser sedikit-sedikit.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Q.Bagaimana cara menghitung ketinggian mobil pada coilover?
Pada coilover full-tap, perubahan tinggi dihitung dari seberapa jauh braket bawah (lock seat) digeser, ditambah perubahan kompresi per akibat preload, dikalikan motion ratio. Cukup masukkan penyetelan panjang, preload, dan motion ratio — alat ini menghitung perubahan tinggi depan-belakang secara otomatis.
Q.Apa itu preload? Apa akibatnya jika berlebihan?
Preload adalah seberapa jauh per ditekan lebih dulu oleh dudukan per. Preload berlebihan menghabiskan travel bump sehingga mudah mentok dan bantingan jadi keras. Mulailah dari nol sampai sekadar per tidak kendur.
Q.Apa itu motion ratio (rasio tuas)?
Perbandingan gerak roda terhadap gerak shock. Tipe strut sekitar 1.0; double wishbone dan multilink umumnya di bawah 1.0. Nilai ini memengaruhi spring rate efektif dan hitungan ketinggian, jadi cek data kendaraan agar akurat.
Q.Berapa stroke bump dan rebound yang ideal?
Prinsipnya sisakan margin di kedua sisi pada kondisi 1G. Sebagai patokan, sisakan sekitar 30–50% dari total stroke untuk sisi bump; margin terlalu tipis menyebabkan mentok atau shock terulur penuh. Cek sisa travel depan-belakang dengan alat ini.
Q.Apakah menurunkan mobil dengan coilover membuat gagal uji kelayakan di Jepang?
Menurunkan mobil sendiri tidak dilarang, tetapi mobil gagal jika tinggi minimum dari tanah turun di bawah 90 mm (50 mm cukup untuk pelindung bawah yang tahan benturan). Pengukuran dilakukan tanpa beban, pada tekanan ban yang ditentukan, dengan penyetel tinggi pada posisi standar. Arah sinar lampu depan dan side slip juga termasuk item uji, jadi keduanya perlu diukur dan disetel ulang setelah tinggi diubah.
Q.Bisakah menurunkan mobil dengan preload?
Tidak bisa. Preload adalah seberapa jauh pegas sudah tertekan, jadi menambahnya menaikkan tinggi. Untuk menurunkan, perpendek panjang tabung. Menaikkan tinggi dengan preload hanya membuang langkah tekan dan membuat sokbreker lebih mudah mentok.

Alat terkait